my 24-7 notez

Rabu, 02 Oktober 2013

PRINSIP DAN PENGGUNAAN SISTEM



A.      Tinjauan Umum tentang Sistem.
1.      Definisi sistem.
Banyak ahli yang mendefinisikan pengertian sistem. Beberapa definisi sitem menurut para ahli, antara lain:
a.       Menurut Ludwig Von Bartalanfy, sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terkait dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.
b.      Menurut Anatol Raporot, sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.
c.       Menurut L.Ackof, sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.
d.      Gordon B.Davis menyatakan bahwa, sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud.
e.       Raymond Mcleod menyatakan bahwa sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan yang utuh dan terpadu.
Berdasarkan definisi-definisi tersebut, maka dapat dinyatakan bahwa sistem adalah sekumpulan unsur atau elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai contoh; sistem komputer. Sistem komputer terdiri dari software, hardware, dan brainware. Ketiganya merupakan elemen yang memiliki fungsinya masing-masing, dan saling berhubungan. Pengoperasian komputer bertujuan untuk memudahkan kerja manusia. Pengoperasian tersebut dapat berjalan karena sistem komputer bekerja.
Dalam lingkup dunia pendidikan, dapat dicotohkan sistem sekolah. Secara garis besar, sistem sekolah terdiri dari proses pembelajaran, managemen sekolah, dan kultur sekolah. Ketiganya merupakan elemen yang membentuk sistem persekolahan dengan fungsinya masing-masing. Ketiga elemen tersebut saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai visi dan misi sebagai tujuan sekolah.

2.      Syarat-syarat sistem.
Kata sistem mensyaratkan bahwa ada unsur keteraturan yang bekerja di dalamnya. Sistem dapat dianalogikan sebagaimana benda yang bekerja secara mekanis. Oleh karenanya, agar suatu hal bisa disebut sebagai sistem, maka harus memenuhi beberapa syarat. Syarat-syarat sistem antara lain:
a.       Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan masalah.
Merancang suatu sistem, berarti mempersiapkan elemen-elemen yang dibutuhkan agar sistem dapat bekerja secara porposional dan optimal. Sistem tersebut harus mampu mengatasi permasalahan yang telah ada sebelumnya, termasuk memiliki kemampuan memprediksi serta mampu mengatasi permasalahan yang akan timbul. Sistem dikatakan berhasil manakala sistem tersebut dapat mengakomodir kebutuhannya, menghasilkan means-end yang diharapkan, dan mampu menyelesaikan masalah.
Penyelesaian masalah yang dihadapi termasuk means-end suatu sistem. Dalam merancang suatu sistem, elemen-elemen sistem dipersiapkan sedemikian rupa sesuai fungsinya. Penyelesaian masalah dapat terjadi pada tingkat subsistem dan oleh sistem itu sendiri.  Pada tingkat subsistem, penyelesaian masalah dilakukan oleh elemen sistem, yang berarti penyelesaian masalah oleh bagian dari sistem secara parsial. Sedangkan pada tingkat sistem, penyelesaian masalah terjadi pada tingkatan sistem sendiri atau dengan kata lain, dilakukan oleh sistem secara utuh.
b.      Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.
Elemen sistem sebagai bagian dari sistem, disatukan dalam pengorganisasian elemen. Setiap elemen berinteraksi dan terintegrasi dalam pengorganisasian tersebut. Pengorganisasian elemen menimbulkan hubungan interdependensi diantara elemen-elemen sebagai unsur pembentuk sistem. Pengorganisasian, interaksi, integrasi, dan interdependensi antar elemen tersebut dimaksudkan untuk mencapai tujuan pokok. Berikut visualisasinya:
Elemen sistem/ subsitem
Elemen sistem/ subsitem
Elemen sistem/ subsitem
Elemen sistem/ subsitem
TARGET
TARGET
TARGET
TARGET
pengorganisasian
S
I
S
T
EM
Main Objection/
Tujuan utama
interaksi
interdependensi
integrasi
Grand Planning
Plan
Plan
 

















Skema 1. Setiap elemen harus mempunyai rencana yang ditetapkan untuk mencapai tujuan elemen (target).

Keterangan:
1)      Pengorganisasian mencakup struktur dan fungsi organisasi. Struktur organisasi bersifat hirearkhis, yakni terdapat tingkatan terutama dalam wewenang, tanggung jawab yang dipikul, dan distribusi tugas. Organisasi tidak akan berjalan tanpa adanya fungsi dari setiap elemen maupun sub elemen.
2)      Interaksi yakni saling keterhubungan antara bagian yang satu dengan lainnya.
3)      Interdependensi, yakni bagian yang satumempunyai ketergantungan dengan bagian yang lainnya.
4)      Integritas yakni suatu keterpaduan antara subsistem-subsistem untuk mencapai tujuan.
5)      Tujuan utama yakni pemusatan tujuan yang sama dari masing-masing subsistem.
Sebagai contoh, salah satu visi Sekolah Mengengah Kejuruan adalah menghasilkan sumber daya manusia yang siap disalurkan di dunia kerja, dunia industri. Untuk bisa disalurkan di dunia kerja dan dunia industri, kualitas lulusan harus memenuhi syarat penguasaan kompetisi dalam tiga ranah pendidikan, baik kognisi, afeksi, maupun psikomotor. Pencapaian ‘goal’ dilakukan oleh sistem yang merupakan penggabungan ‘goal’ dari setiap elemen/ subsitem, juga ‘goal’ yang diraih oleh sistem secara utuh.
Proses pembelajaran yang mampu mencakup ketiga ranah pendidikan dapat dilakukan dengan dukungan semua elemen, yakni kurikulum, managemen sekolah, dan kultur sekolah. Setiap elemen memiliki target dan deskripsi tugas masing-masing. Pencapaian target setiap elemen harus diawali dengan perencanaan yang matang, mulai dari input – proses – output. Target yang dicapai oleh elemen atau subsitem diselaraskan menjadi tujuan utama sistem.

c.       Adanya hubungan diantara elemen sistem.
Elemen sistem atau disebut juga dengan subsistem memiliki hubungan yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Dalam menjalankan fungsinya, elemen sistem tidak bisa tanpa keterlibatan elemen yang lain. Keberadaan setiap elemen diposisikan sebagai pendukung dan penunjang diantara elemen-elemen sistem yang ada. Kelebihan suatu elemen akan mampu menutupi kekurangan elemen yang lain, demikian pula sebaliknya. Hubungan tersebut bersifat mekanis, karena jika salah satu elemen mengalami ‘kemandegan’ maka sistem akan terganggu, bahkan sistem akan tidak berjalan. Sistem yang tidak berjalan tentunya tidak dapat meraih main objection-nya.
Ini berarti hubungan-hubungan seperti pengorganisasian, interaksi, interdependensi, dan integrasi memang sengaja diciptakan dalam sistem, untuk meraih tujuan utama. Hubungan-hubungan tersebut memposisikan setiap elemen agar bekerja sama dengan solid.

d.      Unsur dasar dari proses (baik berupa arus informasi, energi, maupun material) lebih penting dari pada elemen sistem.
Penyataan di atas, sepintas terasa kontradiktif dengan keharusan adanya elemen sistem sebagai unsur penting yang membentuk suatu sistem. Namun demikian, pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Elemen sistem lahir atau dibentuk dari unsur dasar sebuah proses. Tanpa adanya unsur dasar dari proses maka elemen sistem tidak akan ada. Elemen sistem dapat menentukan rencana, mematok target, dan menyatakan fungsinya jika unsur dasar dari proses telah ada, telah terklasifikasi, dan telah jelas kedudukannya.

e.       Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen.
Tujuan organisasi menunjuk pada main objection, atau visi dan misi organisasi yang hendak dicapai. Dalam sistem, meskipun setiap elemennya memiliki target atau tujuan, namun semua tujuan tersebut dimaksudkan untuk mencapai tujuan organisasi secara utuh, bukan keberhasilan yang bersifat parsial saja. Oleh karenanya penyelarasan tujuan setiap elemen ke dalam tujuan utama organisasi menjadi hal yang penting, agar sistem tidak terpecah. Keberhasilan mencapai tujuan elemen dijadikan sebagai ‘kendaraan’ untuk meraih keberhasilan sistem dalam mencetak ‘goal’ yang diharapkan.

3.      Pembagian sistem secara garis besar.
Secara garis besar, sistem dapat dibagi menjadi dua, yakni sistem fisik (physical system) dan sistem abstrak (abstrack system). Berikut penjelasan singkatnya:
a.       Sistem fisik (physical system), yakni kumpulan elemen-elemen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi satu sama lain secara fisik, serta dapat diidentifikasikan secara nyata tujuan-tujuannya. Sebagai contoh sistem persekolahan. Sistem persekolahan memiliki elemen diantaranya à sumber daya manusia baik organisasi sekolah (menunjuk pada managemen, pengajar, karyawan) dan peserta didiknya.
b.      Sistem abstrak (abstract system), yakni sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan ide, dan tidak dapat diidentifikasikan secara nyata, tetapi dapat diuraikan elemen-elemennya. Sebagai contoh sistem teologi, dimana hubungan antara manusia dengan Tuhan sebagai salah satu elemennya.

B.       Prinsip dan Penggunaan Sistem secara Umum.
Prinsip dan penggunaan sistem menunjuk pada cara kerja, klasifikasi atau jenis, karakteristik atau sifat-sifat yang melekat padanya, agar sistem dapat bekerja. Berikut adalah deskripsinya msing-masing:
1.      Model umum sistem.
Model umum sistem berarti bagai mana cara suatu sistem bekerja. Secara umum, sistem memiliki dua model, yaitu:
a.       Model sistem sederhana.
INPUT
OUTPUT
PROSES
 


Skema 2. Model sistem sederhana.
Contoh: data peserta didik (nama, presensensi, nilai, partisipasi) à diproses à menjadi daftar nilai semester.
b.      Model sistem kompleks.
Model sistem ini dikatakan kompleks karena terdapat banyak input dan output.
PROSES
Input 1
Input 2
Output 1
………
Output 2
……..
Input n
Output n
 







Skema 3. Model sistem dengan banyak input dan output.
Contoh: Matriks à inputnya banyak, outputnya juga banyak. Dalam hal ini misalnya penerimaan siswa baru di SMK favorit. Nilai UN; hasil tes tertulis, wawancara, psikotes; minat terhadap pilihan jurusan; kapasitas penerimaan; perangkingan pendaftar à diproses à siswa yang diterima masuk SMK beserta pembagian kelas dan jurusannya.

2.      Klasifikasi sistem.
Klasifikasi sistem menunjuk pada beragam jenis sistem yang ada. Berikut uraiannya:
a.      Deterministic system.
Sistem dimana operasi-operasi (input – output) yang terjadi di dalamnya dapat ditentukan atau diketahui dengan pasti. Contoh: program computer, melaksanakan secara tepat sesuai dengan rangkaian instruksinya.
b.      Probabilistik system.
Sistem yang input dan prosesnya dapat didefinisikan, tetapi output yang dihasilkan tidak dapat ditentukan dengan pasti. Ini dikarenakan, selalu ada sedikit kesalahan/penyimpangan terhadap ramalan jalannya sistem. Contoh: sistem penilaian ujian nasional, meski dapat dipresiksi dari hasil kegiatan try out, namun tetap ada penyimpangan.
c.       Open system.
Sistem yang mengalami pertukaran energy, materi, atau informasi dengan lingkungannya. Sistem ini cenderung memiliki sifat adaptasi, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga dapat meneruskan eksistensinya. Contoh: sistem keorganisasian memiliki kemampuan adaptasi. Dalam sistem bisnis, kemampuan adaptasi digunakan untuk menghadapi persaingan pasar yang berubah. Perusahaan yang tidak apat menyesuaikan diri akan tersingkir.
d.      Closed system.
Sistem fisik dimana proses yang terjadi tidak mengalami pertukaran materi, energy, atau informasi dengan lingkungan di luar sistem tersebut. Contoh: reaksi kimia dalam tabung berisolasi dan tertutup.
e.       Relatively closed system.
Sistem yang tertutup, tetapi tidak tertutup sama sekali untuk menerima pengaruh-pengaruh lain. Sistem ini dalam operasinya dapat menerima pengaruh dari luar yang sudah didefinisikan dalam batas-batas tertentu. Contoh: sistem kemasyarakat suku Badui.
f.        Artificial system.
Sistem yang meniru kejadian dalam alam. Sistem ini dibentuk berdasarkan kejadian di alam, dimana manusia tidak mampu melakukannya. Dengan kata lain, tiruan yang ada di alam. Contoh: sistem simulasi kejadian alam dan imbas yang ditimbulkannya. Dalam pembuatan bendungan, dibuat maket dengan berbagai simulasi kejadian untuk mengetahuidaya dan tingkat ketahanan bangunan fisik bendungan.

g.      Natural system.
Sistem yang terbentuk dari kejadian alam. Contoh: laut, tata surya, atmosfer, dan sebagainya.
h.      Manned system.
Sistem penjelasan tingkah laku yang meliputi keikutsertaan manusia. Contoh: sistem pembelajaran dengan penerapan model-model pembelajaran tertentu, misalakan behavioristik.

3.      Karakteristik sistem.
Menurut Edhi Sutanta (2003), suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu. Karakteristik sistem mempunyai wilayahnya masing-masing sebagai unsur-unsur pembentuk sistem. Agar lebih memudahkan pemahaman menganai karakteristik sistem, berikut ini akan dideskripsikan mengenai sifat-sifat/karakteristik sebuah sistem, beserta wilayahnya masing-masing:
a.       Mempunyai komponen (components).
Komponen sistem adalah segala sesuatu yang menjadi bagian penyususnan sistem. Komponen sistem dapat berupa benda nyata ataupun abstrak komponen sistem disebut sebagai subsistem.
b.      Mempunyai batas (boundary).
Batas sistem diperlukan untuk membedakan suatu sistem dengan sistem yang lain, tanpa adanya bata sistem maka sangat sulit untuk menjelaskan suatu sistem, abates sistm akan memberikan batasan scope tinjauan terhadap sistem.
c.       Mempunyai lingkungan (environments).
Lingkungan sistem adalah segala sesuatu yang berada di luar sistem lingkungan sistem, dapat menguntungkan ataupun merugikan umumnya lingkungan yang menguntungkan akan selalu dipertahankan untuk menjaga keberlangsungan sistem sedangkan lingkunagn sistem yang merugikan akan diupayakan agar mempunyai pengaruh seminimal mungkin, bahkan jika mungkin ditiadakan.
d.      Mempunyai penghubung/antar muka (interface).
Penghubung (interface) merupakan sarana yang memungkinkan setiap komponen saling berinteraksi dan berkomunikasi dalam rangka menjalankan fungsi masing-masing komponen. Interface bertugas menjembatani hubungan antar komponen dalam sistem.
Sub-subsistem
Interface
Subsistem
Sistem
Lingkungan sistem
Bounda r y
 













Skema 4. Wilayah karakteistik sistem yang meliputi komponen. Batas sistem, lingkungan sistem, dan penghubung sistem.

Skema di atas menjelaskan mengenai bagaimana posisi (wilayah) keempat karakter tersebut berada, baik sebagai pembentuk sistem maupun bagaimana komposisi suatu sistem. Kesemuanya menyatakan keterhubungan yang tidak terputus. Dalam komponen sistem (subsistem) sangat dimungkinkan masih memiliki bagian komponen yang lebih kecil lagi (sub-subsistem). Baik sistem, subsistem, maupun sub-subsistem memiliki batasan dan interface. Fungsinya sebagai alur kerja sama dan sebagai pembatas diantaranya, agar tidak terjadi ketumpangtindihan peran dan fungsi, dan tidak terjadi pula penyimpangan-penyimpangan aturan (batasan) yang sudah ditetapkan. 
e.       Mempunyai masukan (input).
Masukan merupakan komponen sistem meliputi segala sesuatu yang perlu dimasukkan ke dalam sistem sebagai bahan yang akan diolah lebih lanjut, untuk menghasilkan keluaran yang berguna.
f.       Mempunyai pengolahan (processing).
Pengolahan merupakan komponen sistem yang mempunyai peran utama mengolah masukan agar menghasilkan keluaran yang berguna bagi para pemakainya.
g.      Mempunyai keluaran (output).
Keluaran merupakan komponen sistem yang berupa berbagai macam bentuk keluaran yang dihasilkan oleh komponen pengolahan.
h.      Mempunyai sasaran (objectives) dan tujuan (goal).
Dibangunnya suatu sistem pada dasarnya karena untuk mencapai suatu tujuan, atau meraih harapan-harapan tertentu. Sistem tanpa sasaran sama halnya tidak ada arah tujuan, tidak ada alasan yang melatarbelakangi mengapa diperlukan suatu sistem sebagi instrument mekanis untuk mewujudkan visi dan misi. Setiap komponen dalam sistem perlu dijaga agar saling bekerja sama agar mampu mencapai sasaran dan tujuan sistem.
i.        Mempunyai kendali (control).
Setiap komponen dalam sistem perlu dijaga agar tetap bekerja sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing. Oleh karena itu dibutuhkan adanya control. Kontrol ini bisa berwujud seperangkat aturan teknis dan segala tindakan nyatanya agar sistem berjalan sebagaimana mestinya.
j.        Mempunyai umpan balik (feed back).
Umpan balik diperlukan oleh bagian kendali (control system), untuk mengecek terjadinya penyimpangan proses dalam sistem dan mengembalikannya ke dalam kondisi normal.
KENDALI
Feed back
Output
input
proses
feedforward
 









Skema 5. Posisi komponen-komponen sistem, berkaitan dengan prinsip/cara kerja sistem.

Pada dasarnya, pencapaian sasaran sistem berangkat dari pencapaian sasaran oleh komponen sistem yang paling kecil. Bahkan sub-subsistem pun dimungkinkan masih memiliki bagian sub yang membentuknya. Prinsip/cara kerja sistem dilakukan secara mekanis bahkan untuk hal yang sangat detail.
Prinsip/cara kerja sistem mebentuk alur mekanis yang dimulai dari ketersediaan input – pemrosesan – dihasilkan output. Tidak berhenti sampai di sini, hasil (output) perlu diberikan umpan balik. Umpan balik ini meliputi tindakan-tindakan baik berupa analisis, filtering, koreksi, maupun penilaian terhadap output, yang nantinya dapat menjadi input kembali dalam berbagai wujudnya (bisa energy, materi, dan informasi). Feedforward, selain memiliki fungsi cross check terhadap input dan output, secara tidak langsung juga berfungsi sebagai sumber perolehan input dalam alur sistem lanjutan. Sistem harus memiliki kendali.
Kendali dalam hal ini berupa seperangkat aturan kerja, kebijakan sistem, hirearkhi pertanggung jawaban, serta pemimpin dalam berbagai tingkatan organisasi dalam sistem. Prinsip/cara kerja kendali, terjadi pada setiap alur mekanis sistem. Maksudnya agar sistem berjalan sebagaimana mestinya, tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan, mampu mencapai sasaran dalam berbagai tingkatan paling mikro sampai sasaran sistem dalam tingkat makro.

Sabtu, 07 September 2013

Kangen banget...

Wah lamaaaaaa banget libur kuliahnya.. lama pula ane ga posting dimari. Kalo kemaren2 ane ngayal jadi langsing..hohoho, liat sekarang, setelah lama ngilang ane sukses dengan program diet ane.. bobot ane turun banyak, hehehe. Mo tau rahasianya...
Bandingin aja foto-foto ane sebelum libur ma sekarang, nih...
nih... bener kan. Mo tau gimana bisa nurunin bobot seperti ane...
Caranya mudah, jadi vegetarian aja, hindari gorengan, ga makan nasi, olahraga cukup...
o
o
o
o
o
o
o
o
o
o
o
Ooooo... gitu ya, dimana-mana kalo mo cepet langsing ya geto caranya. Hehe, ga mudah berarti, it's SULIT n BERAT banget!

Well, oke itu tadi emang foto ane, tapi foto ane skitar 6 taon yang lalu, hehehheh. Maap ya yang dah telanjur ketipu...
Liburan puasa kemaren geng ane waktu kuliah S1 di UNY, namanya geng Gondhes pada bukber di rumahnya jenk Ana di Imogiri, dia nunjukin foto-foto jaman masih kuliah dulu, yang ga ada format soft copy nya. Punya ane lupa ketlingsut dimana... Njok ane pinjam ane minta tolong ma temen kerja ane bibikkk fajar. Teretet... ini dia hasilnya.. 
Ni foto diambil sekitaran tahun 2003 sampe 2006 - 2007 gitu, pas kita masih pada imyut-imyut...unyu-unyu..

khusus yang ini diambilnya tahun 2008, pas ane wisuda bulan Mei ama temen ane jenk Wiwik..
Ni pas jalan-jalan di Kaliurang..












Jaman dulu ane emang paling doyan pake
celana skater, kalo kata kakak ane en temen-temen ane sih 'agak aneh' geto..

Nah ini tempat tongkrongan favorit kita, di taman depan rektorat..
Dari kanan: Heni, Ana, Tyas, Zeni, ane, Rini...
 Pada narsis emang...
Hehe, ni di dekat pancuran masih di taman depan rektorat...
Ni pas KKL di Ungaran Semarang di Pabrik Coca-Cola Bottling, dimana gue ya.. OOO, gue yang jadi tukang fotonya...
Pas di Kyai Langgeng, emak-emak ini pada hobbi banget ya difoto...












Yang ini ama geng Kenez, dari kanan Sitonk, Kuyun, ane, Leeztee, pas climbing di bukit Pereng Payak Piyungan... Kata temen2 ane, waktu itu ane kelewat macho, jadi cowo ga ada yang ndeketin karena kalah macho.. Hallo, plis deh soB..


 
Kita emang pada hobi jalan-jalan, ni kumpul dulu di depan rektorat, njok mo ke waduk Ancol Bligo di perbatasan Sleman Magelang.. Nah yang ade helmnya ntu motor pertama ane, Honda Supra X tercinta yang ane namai si 'cethoL' karena gesit...yang dah laku terjual..heheh

Ni sampe di bawah waktu kita di Ancol Bligo, piknik gratis ala mahasiswa berkantong tipis...

Ada yang bawa tikar, bawa makanan, bawa minuman..aseeeek banget
Pemandangannya lumayan lah ya... Dari kanan: Dita, Tyas, Rini, ane, Zeni, Heni, Ana (Genk Gondhes). Na, jenk Dita ini anak dari fakultas teknik jurusan tata boga, tapi dia juga anggota genk kita..
Siapa ni si mas-mas yang katut kejepret...
Na, judulnya "Menanti cinta", sapa tau ada di atas pohon, jadi pada nenggok ke atas mua.. Tarzan kaleeee...


Hehehhe, jadi kangen ama semua...













Kamis, 23 Mei 2013

GELOMBANG-GELOMBANG BESAR PERUBAHAN NUSANTARA



Tulisan ini berdasarkan ceramah dan kuliah Prof.Joko Suryo. Keseluruhan content merupakan analisis Prof.Joko Suryo mengenai dinamika historis bangsa Indonesia.
KULIAH         : Prof.JOKO SURYO
MATKUL        : IPS Terpadu

1.     Faktor-faktor Dinamika Integratif Disintegratif Masyarakat dan Bangsa Indonesia dalam Perjalanan Sejarah.
^Semenjak wilayah kepulauan Nusantara yang terletak di kawasan Asia Tenggara terbentuk dan dihuni oleh penduduk yang berbahasa Melayu-Austronesia, sejarah masyarakat dan kebudayaan kepulauan Nusantara dimulai, atau terbentuknya wilayah kepulauan di Asia Tenggara diperkirakan terjadi pada periode interasial 1 – 5 juta tahun yang lalu. Sementara migrasi penghunian kepulauana oleh penduduk berbahasa Melayu-Austronesia diperkirakan 4 – 5 ribu tahun yang lalu.
^ Sepanjang perjalanan sejarah selama 2 millenium yang lalu, penghuni wilayah kepulauan pada masa awal dikenal sebagai “Nusantara” mengalami gelombang perubahan-perubahan besar antara lain:
a.    GELOMBANG I: pembentukan komunitas dan masyarakat suku-suku (Tribal community) dan masyarakat desa (Village community and society). Masyarakat plural Nusantara Awal bercorak Bhinneka Tunggal Ika, sebagai hasil proses interaksi geo – eko – kultural pada masa peradaban Nusantara pra-aksara.
b.    GELOMBANG II: pembentukan komunitas dan masyarakat Kerajaan Nusantara, seperti Kerajaan Hindu – Buddha (Sriwijaya – Majapahit) dan Kerajaan Islam (Samudera Pasai, Malaka, Demak, Cirebon, Banten, Palembang, Banjarmasin, Makassar, Ternate-Tidore, Mataram, dsb). Masyarakat plural Nusantara bercorak Bhinneka Tunggal Ika sebagai hasil interaksi geo – eko -  historis – kultural yang melahirkan peradaban Nusantara Baru.
c.    GELOMBANG III: pembentukan Komunitas dan Masyarakat Kolonial. Periode terbentuknya wilayah Negara Hindia-Belanda (Nederlandsch-Indie), pada masa kepulauan Nusantara disatukan di bawah bendera Pax Neerlandica. Ciri à subordinasi, diskriminasi, sagragasi, dan eksploitasi mendasari pluralitas atau kemajemukan masyarakat pada jamannya. Masyarakat plural  Nederlandsch-Indie, sebagai hasil proses interaksi historis masyarakat Nusantara dengan masyarakat Barat pada era “globalisasi” awal atau “imperialisme dan kolonialisme” Barat, abad ke-19 s/d medio abad ke-20.
d.    GELOMBANG IV: pembentukan komunitas dan “Masyarakat Bangsa” dan “Negara Bangsa” terwujud sebagai hasil proses interaksi dinamis – historis masyarakat tanah jajahan melalui proses dekolonialisasi dan Indonesianisasi lahirnya masyarakat plural Indonesia bercorak Bhinneka Tunggal Ika Baru yang dibangun melalui proses integrasi, akulturasi, asimilasi, interaksi, toleransi, dan demokratisasi sejak awal abad ke-20 sampai akhir abad ke-20.
e.    GELOMBANG V: perjalanan masyarakat bangsa Indonesia menuju ke millennium ke-3. Kehidupan masyarakat bangsa Indonesia di Arena kehidupan Global. Masa krisis multidimensi dan masa dipersimpangan jalan: antara menuju jalan kea rah kebangkitan bangsa Indonesia Baru dan menuju kea rah kehancuran bangsa. Lahirnya masyarakat Indonesia Baru yang lebih mengedepankan kesadaran akan kebaruan nilai-nlai kehidupan masyarakat bangsa yang demokratis (civil society), berkebudayaan dan berperadaban multukultural yang mampu berkelangsungan hidup (sustainability) dalam dunia yang mengglobal.
 ^Akhir dari perjalanan pada awal millennium ke-3 Indonesia mengalami multikrisis dan kini tengah berjuang untuk mengatasinya.

2.     Masyarakat Indonesia kini tengah menghadapi tantangan krisi multidimensi sebagai dampak era globalisasi. Pada hakekatnya masyarakat dunia dan mayarakat Indonesia tengah mengalami dampak krisis multidimensi sebagai dampak dari berbagai era, antara lain:
a.    Pasca Perang Dingin (Post Cold War).
b.    Pasca Industri (Post Industrial Age).
c.    Mikroelektronik / Telekomunikasi (Microelectronical / Telecommunication Age).
d.    Produksi dan Konsumsi Massal (Mass Production and Mass Consumption).
e.    Globalization Era.
f.      Disntinuitas (Discontinuity) à gap / disfalitas / ketimpangan / ketidakmerataan kesempatan.
g.    Krisis (Crisis).
3.     Kini masyarakat Indonesia tengah mengalami perubahan structural dan cultural yang mendasar. Perubahan-perubahan tersebut meningkat terutama semenjak akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, antara lain:
a.    Pergeseran dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern dan pasca modern.
b.    Pergeseran dari masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan menuju pembentukan masyarakat desa dan kota baru.
c.    Pergeseran dari masyarakat agraris ke masyarakat industrial dan pasca industrial.
4.     Tantangan krisis multidimensi yang dihadapi masyarakat Indonesia pada masa kini; diperlukan kemampuan survival dan ketahanan mental / moral dan spiritual tinggi, untuk menghadapi krisis ekonomi, krisis kepercayaan, dan krisis kepemimpinan.
5.     Menuju kea rah masyarakat Indonesia modern yang berperadaban tinggi, perlu dikembangkan startegi pendidikan di sekolah dan masyarakat, dengan menekankan beberapa segi penting, sebagai berikut:
a.    Hakekat dan makna sejarah masyarakat dan bangsa Indonesia perlu diperkuat dan dimantapkan demi proses pemeblajaran sejarah di segala tingkat dan jenjang sekolah.
b.    Hakekat dan makna nilai-nilai kearifan budaya local dan budaya bangsa perlu dikembangkan dan dimantapkan dalam proses belajar mengajar di segala tingkat dan jenjang sekolah, bersama-sama dengan pengenalan hakekat dan makna nilai-nilai budaya modern dan global.
c.    Peneguhan semangat dan moralitas kemanusiaan dan ke-Indonesiaan yang beradab perlu sejak dini ditanamkan dalam dunia pendidikan, kemasyarakatan dan kehidupan politik.

Jumat, 17 Mei 2013

Mei oh Mei...

Umur ane dah nambah jadi 29 taon..tapi ane masih berasa muda tuh, wkwkwkwkw. Coz jaman masih SMK n kuliah S1 dulu, q ma temen-temen cewek beranggapan kalo usia 28, 29, 30 itu dah tua, jadi kalo chat njok dapat kenalan cowok direntang usia itu langsung qt BUZZ coz menurut qt dah tua, hehehehe. 
Bulan ini memang menjadi bulan yang lumayan sibuk buat gw. Tapi pertengahan bulan ini gw malah tepar gara-gara flu. Yah, minum obat lagi dah, plus rencana diet yang tadinya ane gembor-gemborin, well, kaya yang sudah-sudah, gagal maning_gagal maning..><
Yang jelas ane musti rajin belajar by now, dengan waktu yang mepet gini, cos besok tanggal 30 Mei ane bakal mengikuti UKG (Ujian Kompetensi Guru) bagi guru yang belum sertifikasi, diadain test awal untuk mengetahui gimana kompetensi yang dimilikinya. Tesnya 30% kompetensi pedagogik en 70% kompetensi profesional.. Yang paling nakutin is that...kalo ngga lulus UKG musti didiklat (ikut pelatihan) di Semarang, katanya sih kalo ga salah ingat 1 minggu pa 1 bulan gitu...ya Allah hamba mohon hamba lulus.
Bener-bener dah ane musti belajar, coz diantara temen-temen yang laen (baik yang seangkatan diterima CPNS n ditempatkan di SMK N2 Wonosari maupun yang sama-sama guru PKn seangkatan gw yang tersebar di seantero GK) gw nyadar kemampuan gw termasuk yang low alias dibawah mereka (hikz..).
Well, ni beberapa aktivitas ane bulan Mei ini...
Mas Bambang ma Bu Umu, dua-duanya pengurus Koperasi IKA di SMK Negeri 2 Wonosari. Bu Umu sedang mendata stok baju yang dijual dimari...
Di ruang TU ketemu ma Bu Gari. Katanya paling gemes kalo ngeliatin pipi q yang chubby...padal pipinya juga ga kalah ngegemesin..
Tapi emang iya nih, kalo ketemu ma Bu Erlin guru jurusan bangunan, ditoel deh ni pipi..
Ni anak-anak gue di club Karya Ilmiah Remaja (KIR), nah kalo ane ini embokna, bu Sri Purwanti Rudjito guru IPS adalah mbah uti_nya.. Nah bu Pur ini kan dah pensiun per tanggal 1 Mei 2013 ini, jadi ane kelabakan nih, coz beliau ni kan pendiri plus koordinator KIR ini. Ni pada dispen pas hari Sabtu, soalna senen 6 Mei proposal Klinik Sains musti dikumpul di Dikpora DIY.
Ekskul KIR memang kurang diminati, jadi anggotanya ga begitu banyak, tapi ini cuma sebagian aja..Lumayan lah kalo dikumpulin semua yang dari kelas X dan kelas XI ada skitar 20 sampai 30 anak (kaya'na.. coz yang kelas X q belum pernah intens kasi bimbingan)..
Dibeliin lotis ma ibuk di abang jualan rujak yang keliling di depan gang rumah. Coz ane ga begitu suka rujak, kalo lotis, tiap kali ada ane mau deh.. pokokna qt penggemar makanan pedes deh.
Mbak Umu ngeLIKE bakso PEDAZZZ di jalan Wonosari, deket ma perempatan Wiyoro. Buruan mbak, hak...nyammm...Bhuuuuuzzzz pedez, kaya ditimpuk sandal jepit pedhweznya...mantaft!
Hehe, biasa ditraktir ma nyang di atas ntu noh... Mbakayune sungguh sangat terlalu baek ma adex_na ini..

Yang ini pas hari Minggu, menghadiri ijab Qobul sodara di Boyolali. Hebat loh mantenya masih muda banget, baru 21 tahun.. Nikah itu menggenapkan separuh dien jadi keputusan untuk menikah muda, adalah langkah yang berani. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah ya adek2..amiiinnnnn
Hari senin, bener-bener maraton deh. Habis nyelesein urusan di skul dari jam 7 sampe jam 12 njok pulang, cuma mandi n ganti baju terus kuliah. Secara jam ke_1 ane ada presentasi individu untuk matkul Teori-teori Sosial, n ke_2 ane ada presentasi kelompok matkul Perilaku Kehidupan Sosial. Jam ke_3 dah lemezzz... Btw, pak Aslan, ngantuk ya?
Ni ane diampit ma ibu-ibu cantik. Yang jilbab orens is bu jenk Indah n yang jilbab ungu is mbak jenk Suryanti. Heheh ane yang paling item, paling tembem, paling ndut, kalah deh ma ibu-ibu ini...
Pas ngantri di poli umum RSI Hidayatullah, selasa sore. Terpaksa deh selasa itu ane ga berangkat kuliah, habis bener-bener gaenak body jeH.